METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN

METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN

Selasa, 07 Februari 2012

METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN

METODOLOGI PENELITIAN

UMUM

- Vriabel : sebuah konsep yang mempunyai fariasi nilai

- Konsep: sesuatu yang bersifat abstrak yang belum jelas

- Variabel datanya bisa berbentuk: Data kuantitatif dan data kualitatif

a. Data kuantitatif data yang sifatnya angka

b. data kulalitatif yang sifatnya pertanyaan atau pernyataan

Seorang peneliti harus melakukan 3 unsur utama sebelum melakukan penelitian

a. membaca teori tentang metodologi peneliian

b. membaca teori tentang variabel penelitian kita

c. mencari teori tentang analisis kita.

KHUSUS

- Penelitian ada 2 yaitu non ilmiah dan ilmiah

- Perbedaan non ilmiah dan ilmiah terletak pada metode

- Apa itu metode penelitian ?

- Metode penelitian : cara ilmiah untuk mendapatkan data untuk tujuan dan kegunaan tertentu

1. Cara ilimiah : kegiata penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan

- Ciri-ciri keilmuan ( rasional/logic, sistemais, empiris)

a. Rasional : suatu kegiatan penelitian yang dilakukan dengan cara-cara masuk akal sehingga terjangkau dengan penalaran

b. Empiris : cara yang dilakukan dapat diamati Indra manusia sehingga orang lain dapat mengamati cara-cara yang kita lakukan

c. Sistematis : proses yang digunakan dalam penelitian menggunakan langka-langka tertentu

2. Data yang diperoleh dari penelitian adalah data empiris, nyata dan teramati yang mempunyai kriteria tertentu yang sifatnya falit

Falit : menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dan data yang dikumpulkan peneliti

Contoh : data menunjukkan terdapat 5000 orang miskin sementara peneliti melaporkan lebih atau kurang 5000 orang miskin.

- Karena dta itu falit maka perlu diuji melalui :

a. Uji fatabilitas

b. Uji reabilitas

TUJUAN DAN KEGUNAAN

- Setiap penelitin mempunyai tujuan dan kegunaan

- Secara umum ada 3 tujuan penelitian

1. Bersifat penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang baru dan belum diketahui

Contoh ; menemukan cara yang efektif memberantas korupsi atau menemukan anak yang beranak 100

2. Bersifat pembuktian ; data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan keragu-raguan dalam teori

3. Pengembangan ; memperluas dan memperdalam pengetahuan yang ada

JENIS-JENIS PENELITIAN

Jenis- jenis penelitian dapat diklasifikasikan menurut tujuan dan kealamiaan ;

- Berdasarkan tujuan diklasifikasikan menjadi 3

1. Penelitian dasar/murni :

2. Penelitian terapan

3. Penelitian pengembangan

- Penelitian terapan : dilakukan dengan tujuan menerapkan menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan untuk memecahkan masalah

- Jadi penelitian dasar/murni berkenaan dengan penemuan atau pengembangan

- Setelah ilmu tersebut digunakan untuk memecahkan masalah maka penelitian tersebut menjadi penelitian terapan

- Pengembangan merupakan ; jembatan antara penelitian dasar dan terapan

Pengembangan penelitian berdasarkan kealamiaan terdiri atas 2

1. Penelitian kuantitatif (deskriptif, eksplanatori, eksperimen, survei)

2. Penelitian Naturalistik (kualitatf)

- Penelitian deskriptif ; penelitian yang bersifat mendeskriptifkan atau menggambarkan variabel-variabel atau venomena-venomena pa adanya secara independen

- Penelitian eksplanatori ; jenis penelitian yang menjelaskan hubungan sebab akibat antara variabel satu dengan variabel lainnya

- Penelitian Eksperimen ; metode penelitian yang digunakan untuk mencari perlakuan tertentu

- Misalnya pengaruh ruang kerja Ac terhadap produktifitas kerna

- Penelitian survey ; digunakan untuk mendapatkan data tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data (populasi dan sampel) dengan menggunakan daftar pertanyaan tes, wawancara

- Penelitian Naturalistik ; (kualitatif) digunakan untuk meneliti tempat yang alamiah dan tidak membuat perlakuan karena peneliti dalam mengumpulkan data bersifat Emic

- Emic ; berdasarkan pandangan dan sumber data

Metode Penelitian Kuantitatif biasa juga disebut

1. Metode penelitian tradisional: Metode tradisional karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian

2. Metode Penelitian Positifistik (teramati dan terukur) : disebut positifistik karena berlandaskan pada falsafat positifistik

3. Metode penelitian ilmiah (Saistik) : disebut metode sentrifistik karena telah mengikuti kaidah ilmiah yaitu konkrik/empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematik

4. Metode penelitian diskaferi : karena metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai metode baru

· Metode penelitian kuantitatif : dapat diartikan sebagai penelitian positifistik digunakan untuk meneliti populasi dan sampel dengan menggunakan instrument

· Instrument : alat yang digunakan untuk mengumpulkan data (test, wawancara, observasi, kuisioner)

· Analisis datanya bersifat kuantitatif/ statistic dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

· Populasi penelitian mengandung 2 unsur

- Subjek : t4 dimana mendapatkan informasi data tentang objek penelitian (variabel penelitian)

- Objek : sasaran penelitian kita yaitu variabel yang menjadi sasaran kita

Contoh : Analisis pendapatan Pendapatan sapi Potong di kecamatan Lappa riaja kab .Bone

Kriteria Judul ada 4

a. Tergambar variabel penelitian

b. Tergambar masalah penelitian

c. Tergambar jenits penelitian yang digunakan

d. Tergambar tempat penelitian

· Filsafat positisisme memandang kualitas berdasarkan fakta dan realitas, relatif tetap, konkrit teramati, terukur, dan hubungan gejalanya bersifat sebab akibat Bukan hubungan timbale balik.

· Jenis penelitian deskriptif : jenis penelitian yang hanya mendeskriptifkan variabel penelitian secara independen( berdiri sendiri )

Statistik ada 2

1. Statistik deskriptif

Fungsinya

a. Digunakan dalam menghitung (median, modus, mean, kuartil dsb)

b. Mendeskriptifkan/menggambarkan

gambar : (lingkaran, histogram, tabel : tabel biasa, T persentase, T distribusi rekuensi)

2. Statistik inferensial/induksi

Fungsinya : digunakan pada pengujian hipotesis, asumsi, teori

(STATISTIK EKSPLANATORI)

a. Parametrik (Memenuhi kriteria , asumsi2 (melakukan uji asumsi)

b. Non parametrik : Bebas Asumsi

Penelitian Eksplanatori : jenis penelitian yang menjelaskan tentang hubungan/pengaruh antara variabel 1 dengan variabel lainnya (digunakan dalam pengujian hipotesis atau teori)

Contoh :

Ho : hipotesis I testatistik (lawnnya ha/h1)

H1/ha : hipotesis alternatif ( bersumber dari teori) (positif)

Hipotesis : jawaban yang sifatnya sementara yang diambil dari teori yang digunakan untuk menjawab variabel yang dipertanyakan dalam rumusan masalah

Penelitian eksplanatori perlu dikenal adanya 3 bunyi hipotesis

1. Hipotesis Deskriptif

Contoh

Ha : daya tahan seorang karyawan/ karyawati yang ada di perusahaan …. 5 jam /hari

2. Hipotesis asosiatif (hubungan/pengaruh)

Contoh :

- Merokok ada hubungannya dengan penyakit jantung

- Merokok berpengaruh terhadap penyakit jantung

3. Hipotesis Komparatif

Contoh :

Kelas A yang menggunakan alat peraga lebih baik disbanding kelas B yang tidak menngunakan alat peraga dalam proses belajar mengajar.

Penelitian pada umumnya pada populasi / sampel yang besifat regresentatif.

Proses penelitiannya besifat deduksi.

Yang dikasi masuk dalam konsep operasional adalah variabel penelitian deduksi (teori)

Deduksi (teori)

Induksi (lapangan)

v Penelitian kuantitatif sifatnya dimana untuk menjawab rumusan maslah dgunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipoteris 2 tersebut diuji selanjutnya diuji melalui pengumpulan data dilapangan

v Untuk mengumpulkan data digunakan isstrumen penelitian.

v Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisa secara kuantitatif dgan menggunakan statistic deskriptif atau inferensial/ induksi sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan benar a/ tidak

v Penelitian dengan kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel dengan random

Metode Penelitian Kualitatif

1. Metode penelitian kualitatif biasa juga disebut metode ospositifistik atau metode artistic, metode interpretif

2. Sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama

3. Metode artistik : metode penelitian bersifat seni kurang berpola

4. Metode interpretif :data hasil penelitian lebih berkenaan dgn interpretasi terhadap data yang dilapangan

Penelitian kuantitatif pada umumnya dilakukan pada sampel dengan random, sehimgga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel tersebut diambil

Metode Penelitian Kuantitatif

- Metode penelitian kuantitatif sering disebut penelitian naturalistik karena penelitian dilakuakan pada kondisi alamiah karena penelitian disebut juga metode etnografi karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian antropologi budaya, sebagai metode kuantitatif karena data yang terkumpul dan analisa datanya lebih bersifat kualitatif.

- Falsafat pos positifisme biasa juga disebut sebagai paradigm interpretif dan konstuktif yang memandang realitas social sebagai sesuatu yang holistic/ utuh, kompleks dinamis, penuh makna dan hubungan gejalah bersifat interaktif.

NB :

- Variabel independen diberi simbol X dan disebut juga variable bebas artinya bebas mempengaruhi variable independen

- Variable dependen diberi symbol Y disebut juga variable terikat artinya dia dipengaruhi variable independen

- Pada penelitian kuantitatif variable independen dan variable dependen selalu ada atau hubungan sebab akibat atau kausa

- Holistik : Melihat secara keseluruhan

- Sistem Rangkaian elemen-elemen , sub system, satu-kesatuan yang utuh

Penelitian Kualitatif

Penelitian dilakukan pada objek yang alamiah

- Objek alamiah adalah objek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti atau kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika pada objek

- Instrument pada penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. Untuk dapat menjadi instrument peneliti harus meneliti bekal teori dan wawasan yang luas sehingga mampu bertanya menganalisis, memotret dan mengkonstruksi situasi social yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna

- Analisis data yang digunakan bersifat induksi berdasarkan fakta-fakata yang ditemukan dilapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis (teori)

NB :

Penelitian Kuantitatif = Menguji Teori

Kualitatif = menghasilkan teori

- Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna

- Makna adalah data yang pasti

A. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan kualitatif secara khusus

- Untuk memahami metode kuantitatif dan kualitatif secara mendalam maka harus diketahui perbedaan yaitu ada 3 hal yang menyangkut perbedaannya

1. Perbedaan tentang axioma

2. Proses penelitian

3. Karakteristik penelitian

- Perbedaan axioma : perbedaan dasar yang meliputi realitas atau kenyataan, fakta, hubungan variable, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai

- Realitas : dalam memandang realitas gejala atau objek yang diteliti terdapat perbedaan antara metode kualitatif dan kuantitatif

Dalam memandang Realitas

- Dalam metode kuantitatif yang berdasarkan posistifisme memandang realitas sebagai suatu yang konkrit, dapat diamati dengan pancra indra, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk dan prilaku, tidak berubah dapat diukur dengan demikian dalam penelitian kuantitatif peneliti hanya menentukan beberapa variable saja dari objek yang diteliti dan kemudian dapat membuat instrument untuk mengukurnya.

- Dalam penelitian kulaitatif yang berlandaskan pada falsafat post positifisme atau suatu realitas atau objek tidak dapat dilihat secara parsial (sendiri-sendiri) dan dipecah kedalam beberapa variable saja dari objek yang diteliti dan kemudian dapat membuat instrument untuk mengukurnya

- Kualitatif (variable banyak dan merupakan satu-kesatuan)

- Penelitian kualitatif memandang objek dinamis. Hasil konstruksi pemikiran dan interpretasi terhadap gejala yang diamati serta utuh (holistik) karena setiap aspek dari objek mempunyai satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan ibarat meneliti performans suatu mobil. Peneliti dapat meneliti mesinnya saja, atau mobilnya saja, tapi peneliti kualitatif akan meneliti semua komponen dan hubungan satu dengan yang lain serta kinerja pada saat mobil dijalankan.

- Realitas pada penelitian kualitatif tidak hanya tampak atau teramati saja tetapi sampai dibalik yang tidak tampak tersebut

- Misalnya melihat ada orang yang memancing penelitian kuantitatif akan menganggap bahwa memancing itu merupakan kegiatan mencari ikan sedangkan penelitian kualitatif akan melihat secara mendalam

1. Mengapa ia memancing ????

2. Ia memancing mungkin untuk menghilangkan stress dari pada nganggur

- Jadi realitas itu merupakan konstruksi atau interpretasi dari pemahaman dari semua data yang tampak dilapangan

B. Hubungan Peneliti dengan yang diteliti dengan penelitian kuantitatif

- Dalam penelitian kuantitatif penelitian itu diluar nilainya sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independen

- dengan menggunakan kuisioner sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti kuntitaif hamper tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data

Perbedaan utama kuantitatif dan kualitatif

Perbedaan yang paling utama yaitu dari segi permasalahannya

Kuantitatif :

- permasalahan sudah dibangun ditentukan dari teori terdiri dari beberapa variabel yang tidak berubah

- Deduksi : menggunakan teori

Kualitatif :

- permasalahan dibagi pada saat peneliti dilapangan terdiri dari variabel yang banyak yang bisa berubah

- Induksi melakukan pegamatan langsung dilapangan

Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan data participant obserfation (obserfasi berperan serta) wawancara mendalam , maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data dengan demikian peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang memberi data.

Penelitian kualitatif populasi yang diteliti kecil

C. Hubungan antar variabel

Penelitian kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap objek yang diteliti lebih bersifat sebab akibat (Kausa), sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan independen dari variabel tersebut selanjutnya dicari berapa besar pengaruh variabel independen terhadap varabel dependen.

NB :

Kualitatif : saling mempengaruhi

Kuantitatif : variabel dependen bebas mempengaruhi variabel independen dan variabel independen tidak bisa mempengaruhi variabel independen

Contoh :

Pengaruh iklan terhadap nilai penjualan , artinya semakin besar iklan yang ditayankan maka akan semakin besar nilai penjualan.

Iklan : variabel independen (penyebab)

Nilaai penjualan : variabel dependen (akibat)

Dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistic dan lebih menekankan pada proses maka penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada objek yang diteliti bersifat interaktif (timbale balik) yaitu saling mempengaruhi sehingga tidak diketahui mana variabel dependen dan independennya.

Contoh ; hubungan antara iklan dan nilai penjualan dalam hal ini hubungannya interaktif artinya makin banyak uang yang dikeluarkan untuk iklan maka akan semakin banyak penjualan, tetapi juga sebaliknya makin banyak nilai penjualan maka alokasi dana untuk iklan juga akan semakin tinggi.

D. Kemungkinan Generalisasi

Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi bukan kedalaman sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas selanjutnya data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random).

Berdasarkan data sampel tersebut selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan sampel diperlukan dipopulasi dimana sampel tersebut diambil.

Sampel : harus representatif (mewakili)

Ø Penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi tapi lebih menekankan kedalaman informasi sehigga sampel pada tinkat makana. Makna adalah data dibalik yang tampak.

Ø Walaupun penelitian kualitatif tidak membuat generalisasi tidak berarti penelitian kualitatif tidak dapat diterapkan ditempat lain.

Ø Generalisasi dalam penelitian kualitatif disebut dengan transverabiliti dalam bahas Indonesia dinamakan keteralihan. Maksudnya hasil penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau dapat diterapkan di tempat lain. Mana kala kondisi di tempat lain tersebut tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian.

E. PERANAN NILAI

Peneliti kualitatif dalam mengumpulkan data terjadi interaksi antara peneliti data dan sumber data dalam nteraksi ini baik peneliti maupun sumber data memiliki latar belakang, pandangan dan keyakinan, nilai-nilai kepentingan, dan persepsi berbeda-beda sehingga dalam pengumpulan data analisi data dan pembuatan laporan akan terkait oleh nilai masing-masing.

Dalam penelitian kuantitatif karena peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data maka akan terbatas dari nilai-nilai yan dibawa peneliti dan sumber data karena ingin bebas nilai maka peneliti menjaga jarak dengan sumber data agar data yang diperoleh objektif.

Ada 3 perbedaan penelitian kuantatif dan kualitatif.

1. perbedaan Axioma

2. Peredaan berdasarkan karakterstik peneiti

3. Perbedaan proses penelitian

Berdasarkan karakteristik dapat dikemukakan bahwa penelitian kualitatif itu.

a. Dilakukan pada kondisi alamiah langsung kepada peneliti dan peneliti adalah instrument kunci

b. Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif, data yang terkumpul bisa berbentuk kata-kata a/ gambar sehingga tidak menekankan angka

c. Penelitan kualitatif lebih menekankan pada proses dari pada produk atau cam

d. Penelitian kualiatif lebih melakukan analisis data secara induksi

e. Penelitian kualitatif lebih menekankan makna

Berdasarkan hal tersebut dapat ditemukan bahwa metode penelitian dilakukan secra intensif dimana peneliti ikut berpartisipasi, lama dilapangan. Mencatat secara hati-hati apa yang terjadi, melakukan anlisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan dilapangan dan membuat laporan secara detail.

Untuk memahami secara jelas tentang metode kualitatif maka perlu memahami perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif sebagai berikut :

Kualitatif

A. Desain

a. Spesifik, jelas dan rinci

b. Ditentukan secara mantap sejak awal

c. Menjadi pegangan langka demi langka

(desain mulai dari rumusan masalah sampai metodologi)

B. Tujuan

a. Menunjukkan hubungan antar variabel

b. Menguji teori

c. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif perkiraan

Representative ; mewakili

Mengeneralisasikan sampel mewakili populasi

C. Teknik Pengumpulan Data

a. Kuisioner

b. Observasi, wawancara (terstruktur)

D. Instrumen Penelitian

a. Test, angket, wawancara

E. Data

a. Data kuantitatif dan data pengukuran variabel yang dioperasionalkan dgn menggunakan instrument

F. Sampel

a. Besar (tidak mendalam)

b. Bersifat representative

c. Sedapat mungkin sampel diambil secara random

d. Ditentukan sejak awal

G. Analisis

a. Setelah selesai pengumpulan data baru ada analisis

b. Bersifat deduktif : dimulai dari teori

c. Menggunakan statistic untuk menguji hipotesisis untuk mendeskriptifkan variabel penelitian

H. Hubungan dengan Resonden

a. Jarak, bahkan sering tampak kontak dengan responden

b. Kedudukan peneliti pada kuantitatif lebih tinggi dari responden

c. Jangka pendek : hipotesis dapat dibuktikan

I. Usulan Desain

a. Luas dan rinci

b. Literature yang berhubungan dengan masalah dan variabel yang dipermasalhkan

c. Prosedur yang spesifik

d. Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas sebelum terjun kelapangan

J. Kapan penelitian dapat dianggap selesai

a. Setelah semua kegiatan yang direncanakan selesai

b. Kepercayaan terhadap hasil/penelitian

a. Pengujian terhadap realibilitas dan validitas instrument

Kualitatif

A. Desain

a. Bersifat umum

b. Fleksibel

c. Berkembang dan muncul dalam proses penelitian

B. Tujuan

a. Menemukan pola hubungan yang bersifat iteraktif

b. Menemukan teori

c. Menggambarkan relitas yang konkrit

d. Vokus, mereduksi data

e. Memperoleh pemahaman makna

C. Teknik Pengumpulan Data

a. Bersifat partisipan observationan

b. Interview

c. Dokumentasi

D. Instrumen penelitian yang digunakan

a. Peneliti sebagai instrument

b. Buku cat,tape recorder, camera, handicam dll

Sampel penelitian ada 2 yaitu :

1. Probability sampling : simple random sampling

2. Non probability sampling : stratified random sampling

Cat :

Fakta : Variabel dependen

Masalah ; variabel independen ( yg menyebabkan)

23 November 2011

Latar Belakang

Pada latar belakang masalah yg perlu ada didalamnya ada 5 yaitu :

1. Menjelaskan mengapa masalah yang diteliti timbul dan penting dilihat dari segi profesi peneliti, pengembangan ilmu dan pengembangan pembangunan

2. Apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti

3. Sebaiknya diungkapkan gejalah-gejalah kesenjangan yang terdapat dilapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan kesenjangan

4. Untuk memahami gejalah-gejalah kesenjangan itu maka peneliti harus memiliki pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang terkait

5. Peneliti harus dapat menunjukkan dan mendukung adanya penyimpangan

Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah pada umumnya mendeteksi, melacak, menjelaskan aspek permasalahan yang mana dan berkaitan dari judul penelitian a/ dengan masalah a/ variabel yang akan di teliti. Hasil identifikasi dapat diangkat sejumlah masalah yang saling berkaitan yang satu dengan yang lainnya. identifikasi masalah merupakan suatu proses untuk merumuskan permasalahan-permasalahan yang akan diteliti dan perumusan permasalahan itu dalam kalimat Tanya.

Jadi indetifikasi masalah harus menggambarkan permasalahan yang ada dalam topik atau judul penelitian demikian pula dengan variabel penelitian.

Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah dilakukan dipilih sejumlah masalah 2,3 atau 4 masalah disertai penjelasan-penjelasan ruang lingkup masalah baik keluasan maupun kedalamannya. Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian lebih terarah, focus, dan tidak melenceng kemana-mana dalam hal ini perlu dipertimbangkan materi kelayakan dan keterbatasan peneliti dalam hal waktu, biaya, tenaga, teori-teori dan agar penelitian dapat dilakukan secara mendalam maka tidak semua masalah akan diteliti.

Rumusan Masalah

Merumuskan masalah merupakan pekerjaan yang sulit bagi peneliti. Hal ini dapat menolong mahasiswa atau peneliti keluar dalam judul atau merumuskan masalah adalah pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu dalam bidang-bidang terkait dan masalah yang akan diteliti.

Suatu judul dikatakan baik apabila memiliki 4 kriteria.

1. Tergambar variabel penelitian

2. Tergambar jenis penelitian

3. Tergambar masalah penelitian

4. Tergambar Tempat penelitian

Judul ; Pengaruh motivasi kerja terhadap produtivitas kerja ternak ayam potong di Kec. Bolong BangkengUtara, Kab. Takalar

Gejala kesenjangan ; rendahnya minat kerja

Masalah;

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi ada dua unsure :

1. Subjek : tempat dimana mendapatkan informasi data teian

ntang variabel yang mau diamati

2. Subjek : Sasaran (Variabel peneli

B. Jumlah/Bentuk Populasi

1. Terbatas : diketahui jumlahnya (kuantitatif)

2. Tak Terbatas : Tidak menyebutkan jumlah

C. Karakteristik Populasi

1. Homogen

2. Heterogen

Sampel tergantung peneliti

- Besaran populasi

- Penyebaran populasinya merata atau tidak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar